Kamis, 26 Mei 2011

kata bilangan

Kata Bilangan atau Numeralia
Kata Bilangan adalah kata yang menyatakan jumlah benda atau jumlah kumpulan atau urutan tempat dari nama-nama benda.
Menurut sifatnya kata bilangan dapat dibagi atas:
  1. Kata Bilangan Utama (Numeralia Caedinalia): satu, dua, tiga, empat, seratus, seribu, dan sebagainya.
  2. Kata Bilangan Tingkat (Numeralia Ordinalis): pertama, kedua, ketiga, kelima, kesepuluh, keseratus, dan sebagainya.
  3. Kata Bilangan Tak Tentu: beberapa, segala, semua, tiap-tiap dan sebagainya.
  4. Kata Bilangan Kumpulan: kedua, kesepuluh, dan sebagainya; bertiga, berdua, bersepuluh.
Catatan :
a. Dari segi morfologi tidak ada perbedaan antara kata bilangan tingkat dan kata bilangan kumpulan yang memakai prefiks ke-. Tetapi dalam distribusi kalimat nampaklah perbedaan struktur keduanya, yaitu kata bilangan tingkat tempatnya selalu mengikuti kata benda sedangkan kata bilangan kumpulan selalu mendahului kata benda.
             Kata bilangan tingkat             Kata bilangan kumpulan 
bangku yang kedua                    kedua bangku itu 
permainan kesepuluh                  kesepuluh permainan itu
soal yang ketiga                         ketiga soal itu 
b. Mengenai kata bilangan utama, perlu diperhatikan beberapa hal berikut:
1. Kata-kata delapan, sembilan, bukanlah kata bilangan utama asli, tetapi merupakan kata jadian yang kini sudah tidak dirasakan lagi.
Kata-kata tersebut berasal dari:
Delapan > dua alapan (= dua ambilan, yaitu dua diambil dari sepuluh).
Sembilan > sa ambilan (= diambil satu dari sepuluh)
2. Orang-orang Nusantara dahulu mengenal bilangan yang paling tinggi hanya sampai ribuan. Akibat adanya kontak dengan negeri-negeri lain, terutama India, mereka menerima bilangan yang lebih tinggi dari ribuan. Karena perkenalan mereka dengan orang-orang India, mereka memasukkan kata-kata laksa, keti, dan juta. Tetapi pada mulanya dalam bahasa Sansekerta kata-kata itu mempunyai nilai yang jauh lebih tinggi yaitu:
       Laksa  : Sansekerta : 100.000 
       Keti : Sansekerta : 10.000.000 
Bagi orang-orang Nusantara waktu itu, bilangan itu terlalu samar-samar, sedangkan di pihak lain mereka memerlukan istilah untuk bilangan genap sesudah seribu; karena itu laksa diturunkan nilanya menjadi 10.000, sedangkan keti diturunkan menjadi 100.000.
3. Bilangan yang lebih dari satu juta biasanya dipinjam dari istilah-istilah Barat. Namun ada dua sistem yang biasa digunakan yaitu system Perancis dan Amerika, yang diikuti Indonesia , dan sistim Inggris dan Jerman.
4. Kata bilangan biasanya ditulis dengan angka Arab, dan dalam hal tertentu dipergunakan juga angka Romawi.

KATA BANTU BILANGAN
Dalam menyebut berapa jumlah suatu barang, dalam bahasa Indonesia tidak saja dipakai kata bilanganm tetapis elalu dipakai suatu kata yang menerangkan sifat atau macam barang itu. Kata-kata semacam itu disebut kata bantu bilangan.
Di antara kata-kata bantu bilangan yang selalu atau sering dipakai dalam bahasa Indonesia adalah:
Orang : untuk manusia.
Ekor : untuk binatang.
Buah : untuk buah-buahan, dan macam-macam benda atau hal yang lain pada umumnya.
Batang : untuk barang-barang yang bulat panjang bentuknya seperti pohon, rokok dan lain-lain.
Bentuk : untuk barang-barang yang dapat dibengkokkan atau dilenturkan seperti cincin, mata kail, gelang dan sebagainya.
Belah : untuk barang-barang yang mempunyai pasangan seperti mata, telinga, dan sebagainya.
Bidang : untuk barang-barang yang luas dan rata seperti tanah.
Helai : untuk kertas, daun, baju, kain, dan lain-lain.
Bilah : untuk barang-barang tajam seperti pisau, pedang, keris, dan sebagainya.
Utas : untuk barang-barang yang panjang seperti tali, benang, rantai, dan sebagainya.
Potong : untuk bagian-bagian atau potongan dari suatu barang.
Butir : untuk benda-benda yang bundar kecil bentuknya seperti telur, intan, beras, dan sebagainya.
Tangkai : untuk bunga.
Pucuk : untuk surat , meriam, senapan.
Carik : untuk sobekan-sobekan kertas, kain, dan sebagainya.
Rumpun : untuk tumbuh-tumbuhan yang tumbuhnya berkelompok seperti tebu, bambu, dan sebagainya.
Keping : untuk barang-barang yang tipis seperti papan, mata uang.
Biji : untuk barang-barang yang kecil seperti mata, kerikil, dan sebagainya.
Kuntum : untuk bunga.
Patah : untuk kata.
Kaki : untuk bunga, payung.
Laras : untuk bedil, senapan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar